bahasa indonesia
Izinkan Aku Memilih
Ini perasasan hati tak pernah bisa ku bohongi, menyayangi kalian adalah kebahagiaan dan disayangi kalian adalah kebanggaan, akankan semuanya terus berjalan, seiring dengan kebohongan yang terus dilakukan, salahkah ini semuanya yang ku lakukan untuk membahagiakan diri semata.
Ini perasasan hati tak pernah bisa ku bohongi, menyayangi kalian adalah kebahagiaan dan disayangi kalian adalah kebanggaan, akankan semuanya terus berjalan, seiring dengan kebohongan yang terus dilakukan, salahkah ini semuanya yang ku lakukan untuk membahagiakan diri semata.
Aku tidak mengerti apa yang
sebenarnya sedang aku lakukan saat ini, menjadikan kedua laki-laki tak berdosa
itu masuk ke dalam kehidupanku, dalam sekejap aku tidak menyadarinya, namun
setelah mereka menyatakan perasaannya baru ku seperti terbangun dari mimpi, Kevin
dan Yoga kedua laki-laki ini menyatakan cinta padaku dihari yang sama. Dan
bodohnya aku tak bisa memilih mereka berdua, bodohnya aku menjadikan mereka
sebagai kekasihku.
Kevin adalah seorang laki-laki
dewasa yang begitu mengerti akan semua keadaanku, saat aku sedang bosan, malas
atau butuh kasih sayang diapun selalu ada. dan Yoga adalah kakak kelas ku yang
begitu perhatian padaku, itu yang membuatku jatuh hati padanya.
“Apa Wid lo pacaran sama
dua-duanya?” sontak Adel saat aku ceritakan yang terjadi.
“Gue ga ngerti Del, gue sayang sama
mereka berdua.”
“Tapi harusnya lo tuh bisa berpikir, ga jadi seperti ini, apa yang lo lakuin kalau diantara mereka tau?”
“Tapi harusnya lo tuh bisa berpikir, ga jadi seperti ini, apa yang lo lakuin kalau diantara mereka tau?”
Pertanyaan Adel terus membayangi
pikiranku, apa yang harus aku lakukan ? apakah aku harus jujur kalau aku
selingkuh? Apakah aku harus bilang aku mencintai mereka berdua? Apakah aku
harus bilang jika ini kesalahanku yang tak bisa memilih? Entahlah aku harus
berbuat apa, biarkan waktu yang mendesakku menjawab semuanya. Aku memutuskan
untuk melanjutkan kisah ini, kisah yang terlarang namun begitu ku nikmati.
Hari ini adalah janji berkencan ku
dengan Kevin, berjalan berdua di tengah keramayan sedikit membuatku gemetaran,
jantungku selalu berdebar kencang apalagi saat Kevin menggenggam erat tangan ku
serasa merasakan getaran yang berbeda dalam perasaan ini.
tibalah kami disuatu taman yang
indah, terdapat sebuah jembatan yang menghubungkan taman taman indah itu,
enatah tempat apa ini, namun baru ku temui bersama orang yang ku sayang. Cuaca
langit yang sedikit menghitam tampaknya mulai menyejukan suasana namun langit
masih mau berbaik hati untuk tidak mengeluarkan benih-binih airnya. Tiba-tiba
Kevin menarik kedua tanganku membalutnya dengan tangannya yang menjadikan
sebuah kehangatan, disitu dia pun berkata.
“Wid, aku begitu menyayangi kamu
dengan tulus, apakah kamupun begitu?”
“Tentu Vin, akupun sayang kamu.”
“Tentu Vin, akupun sayang kamu.”
lontaran kata-kata dan tatapan yang
tulus membuatku semakin terjerat dalam situasi ini, aku semakin merasa bersalah
dan takut bagaimana jika Kevin tau bahwa bukan hanya dia yang menjadi kekasihku
saat ini, namun rasa sayang dan egois ku yang memaksaku melakukannya.”
sampai acara kencan itu berakhir, suasana kebahagiaan masih terasa begitu melakat di hati.
sampai acara kencan itu berakhir, suasana kebahagiaan masih terasa begitu melakat di hati.
Hari ini adalah hari istimewaku,
bertambahnya usia dan berharap akan menambah pola pikir kedewasaanku, walaupun
saat ini aku sedang terbelit dalam situasi yang dianggap tidak akan pernah
dilakukan oleh orang yang bisa berfikir dewasa. Hari ini juga kepulangan Yoga
dari Bandung, setelah berlibur sekitar 2 minggu akhirnya Yoga pulang ke
Cirebon, ia tak sabar ingin bertemu dengan Widy kekasihnya itu, karena semenjak
mereka bertemu malam itu saat yoga menyatakan cinta, mereka belum pernah
dipertemukan kembali karena Yoga harus pergi berlibur bersama keluarganya di
Bandung. Kini tibalah mereka bertemu, rasa gugup terpancar dari muka Widy.
“Aku kangen kamu Widy sayang.”
tiba-tiba Yoga berkata.
“ J Aku juga kangen kamu Yoga.” Senyuman tipis terpancar dari wajah Widy.
“ J Aku juga kangen kamu Yoga.” Senyuman tipis terpancar dari wajah Widy.
Widy benar-benar merasa gugup, kecanggungan
terpancar dari sikap dan bahasa tubuhnya, Yoga pun melihatnya tak biasa.
“Kamu kenapa sih Wid, seperti ga suka aku datang.”
“Engga ko ga, aku senang.”
kenapa saat bersama Yoga, aku selalu terfikirkan Kevin, aku terlalu takut menjalani ini, padahal ini sebuah keputusan yang aku ambil.
“Kamu kenapa sih Wid, seperti ga suka aku datang.”
“Engga ko ga, aku senang.”
kenapa saat bersama Yoga, aku selalu terfikirkan Kevin, aku terlalu takut menjalani ini, padahal ini sebuah keputusan yang aku ambil.
Percintaan ini benar-benar tidak
membuat aku tenang dan bahagia, semuanya hanya menjadi pikiran dan bebanku
saja.
“Del gue besok mau jalan bareng Yoga.”
“Asik dong Wid, pasti lo di ajak ke tempat yang romantisnya ga kalah sama pacar lo yang satu itu.”
“Ko gue ga bisa lupain Kevin ya Del, saat gue jalan bareng Yoga, beda banget saat gue jalan bareng Kevin.”
“Itu artinya lo lebih sayang Kevin, lo harusnya bisa memilih diantara mereka pasti ada yang terbaik.”
“Gue butuh waktu , karna gue sayang mereka.”
“Del gue besok mau jalan bareng Yoga.”
“Asik dong Wid, pasti lo di ajak ke tempat yang romantisnya ga kalah sama pacar lo yang satu itu.”
“Ko gue ga bisa lupain Kevin ya Del, saat gue jalan bareng Yoga, beda banget saat gue jalan bareng Kevin.”
“Itu artinya lo lebih sayang Kevin, lo harusnya bisa memilih diantara mereka pasti ada yang terbaik.”
“Gue butuh waktu , karna gue sayang mereka.”
Berkencan dengan Yoga tak bisa
melupakan bayangan Kevin, namun tak ingin ku tampakan. Ku yakin hari ini akan
bisa senang bersama Yoga, Yoga membawaku ke sebuah Cafe tempat kami akan
mengadakan diner. Suasana lilin yang menyala dengan indah, suasana dingin
terasa membuat suasana romantisme tercipta.
Saat di waktu sedang menunggu pesanan makanan yang belum datang kamipun berbincang seputar liburan Yoga di Bandung, namun ketika diapun menanyakan seputar liburanku disini aku langsung teringat pada Kevin karna banyak waktu liburanku yang kuluangkan bersama Kevin dan tak mungkin aku bercerita, dan sekali lagi akupun harus berpura-pura.
Sampai waktunya akhir kencan serasa menambah kesempurnaan saat Yoga menarik ulur tanganku dan memakaikan cin cin di jari manisku, namun ku artikan itu hanyalah sebuah kado biasa yang biasanya orang berikan pada saat hari ulang tahun. Hatiku juga berkata ini semua bukan kebahagiaan yang aku inginkan.
Saat di waktu sedang menunggu pesanan makanan yang belum datang kamipun berbincang seputar liburan Yoga di Bandung, namun ketika diapun menanyakan seputar liburanku disini aku langsung teringat pada Kevin karna banyak waktu liburanku yang kuluangkan bersama Kevin dan tak mungkin aku bercerita, dan sekali lagi akupun harus berpura-pura.
Sampai waktunya akhir kencan serasa menambah kesempurnaan saat Yoga menarik ulur tanganku dan memakaikan cin cin di jari manisku, namun ku artikan itu hanyalah sebuah kado biasa yang biasanya orang berikan pada saat hari ulang tahun. Hatiku juga berkata ini semua bukan kebahagiaan yang aku inginkan.
Yoga meluncur dengan mobil hitamnya,
melaju menuju arah rumahku untuk mengantarku pulang, sampai di depan gerbang
dibukakan pintu mobil mewah itu serasa aku menjadi permaisuri saja, saat ku
ingin masuk Yogapun tak lupa mencium keningku, anehnya perasaanku tidak merasa
nyaman dengan ini semua. Setelah Yoga mengijinkanku masuk ke dalam rumah,
rupanya sosok tak asing bagiku telah menyaksikan drama cinta yang telah
terjadi, ya Kevin berdiri disana seperti tak berdaya dengan bunga cantik dan
sebuah bingkisan yang indah terjatuh dari genggamannya. aku sontak kaget dengan
ini semua, begitupun Yoga yang tampak bingung dengan adanya Kevin.Tak bisa ku
keluarkan kata-kata berderet pertanyaan dikeluarkan Yoga pada Kevin.
“Siapa kamu, teman Widy? untuk apa
datang kesini ? memberikan kado ya buat Widy? Kenalkan aku Yoga kekasih Widy”
Ucapan Yoga membuatku gemetaran,
semua kata tak bisa dikeluarkan dari mulutku padahal hati ini sudah menjerit
tak tahan, matakupun tak bisa menahan benih-benih airnya.
Kevin tak enggan untuk menjawab pertanyaan dan sapaan Yoga,
“Aku Kevin, dan aku adalah kekasih Widy, aku kesini untuk memberikan ini pada Widy.”
“Wid selamat ulang tahun, dan selamat bersenang-senang dengan kekasih baru kamu, terima kasih untuk semuanya.” Rasanya Kevin tak sedikitpun menampakan kesedihan, namun terlihat jelas kekecewaan dan kemarahan terpancar dari mukanya. Jawaban dan sorot mata yang tajam begitu menggores luka dihatiku, tak ada kesempatan yang bisa ku jelaskan, Kevinpun pergi dan meninggalkanku tanpa sepatah kata yang membuatku senang di hari ulang tahunku.
Kevin tak enggan untuk menjawab pertanyaan dan sapaan Yoga,
“Aku Kevin, dan aku adalah kekasih Widy, aku kesini untuk memberikan ini pada Widy.”
“Wid selamat ulang tahun, dan selamat bersenang-senang dengan kekasih baru kamu, terima kasih untuk semuanya.” Rasanya Kevin tak sedikitpun menampakan kesedihan, namun terlihat jelas kekecewaan dan kemarahan terpancar dari mukanya. Jawaban dan sorot mata yang tajam begitu menggores luka dihatiku, tak ada kesempatan yang bisa ku jelaskan, Kevinpun pergi dan meninggalkanku tanpa sepatah kata yang membuatku senang di hari ulang tahunku.
Dan Yoga marah-marah meluapkan semua
emosinya, aku tak tahan dengan sikapnya.
“Okeh, sekarang kamu udah tau kalo aku selingkuh, buat apa kamu marah-marah kita akhiri saja semuanya.”
“Wid kamu tau kan aku sayang kamu, kenapa kamu lakuin ini semua?”
“Perasaanku yang membawaku dalam situasi ini, kalian begitu berharga buatku dan waktu tak pernah mengijinkan untuk memilih kamu atau dia.”
“Baiklah kita akhiri saja semuanya, kamu terlalu beruntung Wid dicintai seseorang dengan tulus, tapi waktu berjalan Wid kamu tak bisa memanfaatkan waktu untuk memilih yang terbaik.”
“Okeh, sekarang kamu udah tau kalo aku selingkuh, buat apa kamu marah-marah kita akhiri saja semuanya.”
“Wid kamu tau kan aku sayang kamu, kenapa kamu lakuin ini semua?”
“Perasaanku yang membawaku dalam situasi ini, kalian begitu berharga buatku dan waktu tak pernah mengijinkan untuk memilih kamu atau dia.”
“Baiklah kita akhiri saja semuanya, kamu terlalu beruntung Wid dicintai seseorang dengan tulus, tapi waktu berjalan Wid kamu tak bisa memanfaatkan waktu untuk memilih yang terbaik.”
Semuanya pergi luka yang paling
menusuk datang dari Kevin tanpa sepatah kata dia mengakhiri semuanya, jika saja
dia tau bahwa sekarang aku tersadar dengan cinta yang tulus diberikannya aku
ingin dia kembali, berhari-hari ku terfikirkan akan Kevin, kencan yang indah di
taman yang indah pula, kini kabarnya entah tak pernah ku dengar lagi. Namun
hari ini ku benar-benar merindukannya ku datangi taman indah itu, suasana
terpancar sama seperti ku datang dulu bersama Kevin namun kini langit
benar-benar ingin menangis seperti hatiku.
Kini aku mengerti betapa cinta tak
ingin dikhianati, rasa sakitnya begitu tak bisa dirasakan pada seseorang yang
mengkhianatinya, namun sangat menyakiti siapapun yang dikhianatinya. Aku juga
mengerti tentang penyesalan yang selalu datang saat semuanya telah berakhir.
Aku juga mengerti tentang waktu yang tak bisa berlama-lama untuk memilih suatu
keadaan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
3 komentar:
ni kn cerpen yng sdah pernh d kumplkn ke gru b.indo
k banyakan tntang cnta
milih cpa???/
Posting Komentar